Mendadak Ngefans

“lagu ini terinspirasi oleh imam masjid di kampung saya” kata Opick, “beliau sangat luar biasa, karena beliau yang Adzan, beliau yang iqomah, beliau yang jadi imam, dan beliau pula yang jadi makmum”

Tahun lalu di bulan november  saya ada di malaysia untuk ngebantuin pelatihan shalat khusyu’ yang diadakan di masjid Tenaga Nasional Berhad (PLNnya malaysia) setelah itu panitia menjadwalkan untuk sekalian nonton konser amal Opick di gedung olahraganya TNB. Karena sudah sering denger mp3nya opick dan liat sekilas2 vidio klipnya, saya mengesankan opick sebagai, “penyanyi biasa” yang lagu2nya muncul pas ramadhan untuk menyemarakkan suasana. Entah kenapa panitia keliatan ngotot sekali ingin mendatangkan opick,

“mungkin karena kuping melayu, suka yang sendu sendu” (Efek Rumah Kaca mode:on).

Selepas pelatihan hari ke2 dan bersiap siap, kami langsung menuju tempat konser, dan disediakan kursi VVIP disana. Pukul 20.00 WMB (Waktu Malaysia Banget) konser dimulai, langsung opick yang muncul. Lagu intro dan perkenalan, saya tak terkesan. Menurut saya “biasa”. kemudian Opick akan membawakan lagu ke2 yang berjudul Istighfar, tapi sebelum nyanyi , beliau cerita

konsert amal opick KL, 27 Nov

“lagu ini terinspirasi oleh imam masjid di kampung saya” kata Opick, “beliau sangat luar biasa, karena beliau yang Adzan, beliau yang iqomah, beliau yang jadi imam, dan beliau pula yang jadi makmum”. Gerr..semua penonton tersenyum geli mendengar gurauan ini. Opick melanjutkan “ biasanya sebelum adzan beliau berdzikir seperti ini subhannallah wabihamdiihi subhanallahil’adziim, laa illaha illa anta yaa, yaa hayyu yaa qayyum.. (dinyanyikan seperti lagu astaghfirullah). Opick pun meminta hadirin untuk sama sama berdzikir dengan dzikir itu..setelah itu dia diam sejenak dan melanjutkan “saya sangat terinspirasi dengan beliau, maka saat itu pula saya tulis puisi”:

kubuka jendela pagi di udara yg letih
deru geram nyanyian jaman
bersama berjuta wajah kuarungi mimpi hari
halalkan segala cara untuk hidup ini

nafsu jiwa yg membuncah
menutupi mata hati
seperti terlupa nafaskan terhenti
kubuka jendela pagi dan dosapun menghampiri
suara jerit hati kuingkari

Saya terhenyak betapa dalamnya lirik tersebut, mengesankan sekali, tiba tiba sya tersadar, mata saya sudah berkaca kaca, ketika ngeliat sebelah saya (mas yusuf) berkaca kaca juga, dan seketika itu pula apresiasi saya kepada lagu lagu opick menjadi meningkat berlipat lipat, dan itu sangat mengesankan saya, juga hadirin lainnya (menurut saya). Selama konser 3 jam itu penampilan opick sangat memukau dengan liriknya yang dalam, dan dengan duet dengan penonton, maupun artis lokal Akil hay dan farah leia . Impressing!!.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s