Lotek

Bismillahirrahmanirrahim

lotek buat saya adalah salah satu makan favorit. mengenyangkan murah, dan bergizi lengkap, karena ada sayuran, protein dan tentu karbohidrat yang mengenyangkan 🙂

tapi di postingan ini saya ndak akan ngobrolin resep lotek. karena resep lotek ada disini , kalo sodara sodara ke jogja, lotek terkenal adalah lotek bu bagyo di kolombo dan lotek teteg di samping rel kereta api deket setasiun lempuyangan. juga banyak lagi warung warung pinggir jalan ( ya iyalah , masak warung ditengah jalan :q ) yang menyediakan menu murah kenyang bergiziini. *bila tanpa vetsin tentunya

nah, kan ngelantur lagi..

beginilah jika ada orang ngobrolin lotek dari berbagai aspek, ada yang ngomongin resepnya, ada yang ngomongin bahannya, ada yang mereferensikan tempat makan lotek yang enak di daerahnya. yang biasanya kalo ngomongin tempat akan beradu referensi atau malah saling melengkapi satu sama lain, begitu pula yang berdiskusi resep mungkin ada perbedaan cara masak, cara membuat, ingridient, atau malah berebda cara memeotong timun hehe…tapi tidak ada yang menyentuh inti permasalahan merasakan lotek

merasakan lotek adalah sebuah  experience, sedang mendiskusikannya adalah perkara lain, semakin didiskusikan semakin luas yang dibicarakan dan semakin menjauh dari tujuan yaitu merasakan lotek. bahasa kerennya asosiasi bebas , istilah yang diperkenalkan mbah freud

dalam menghadap Allah, terkadang terlalu banyak pengetahuan membuat jarak kita dan Allah seolah semakin jauh. ngomongin fiqih, dosa, martabat, maqom atau yang lainnya yang justru semakin membingungkan kita, semakin merumitkan dan akhirnya menjauhkan kita dari rasa Ihsan dalam beribadah kepada Allah. sehingga kita tidak bisa lagi merasakan sambutan Allah saat menghadapNya .padahal Allah ndak bisa dipersepsikan dengan Indra (Al An’am 103)

berjalanlah menuju Tuhan seperti orang bodoh yang ingin tahu rasanya lotek, begitu ada lotek terhidang, langsung dirasakan, tanpa persepsi…lalu dia paham bagaimana rasa lotek itu, yang bukan huruf dan bukan tulisan pokoknya paham …tanpa harus ngomongin ngalor ngidul ini timun siapa, bikinnya gimana, gimana bumbunya. kalo dipikir satu item akan terasosiasi item lainnya yang menimbulkan persepsi, dan persepsi ada di otak. sedangkan Allah menurunkan responNya di dada. derr…

Wallahua’lam

ayatNya…nyusul ya

menjelang tengah malam di jogja

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s