komentator dan pemain bola

pernahkah kita merenung kenapa komentator liga sepakbola di Indonesia (juga di luar negeri sih) jadi begitu berisik ngomentarin pemain, sedangkan pemain yang dikomentarin dan diberi saran oleh komentator di tivi tak kunjung membaik permainannya?

sebelum menjawab pertanyaan di atas, nyok, mari kite liat di sekitar kita. seringkali kalo kita punya masalah , kita ikut terlarut dalam masalah itu selarut larutnya, trus jadi ndak bisa mikir akhirnya masalah masalah kite semakin rumit dengan suksenya. itu terjadi karena kita ndak bikin jarak dengan masalah . dan menganggap masalah adalah kita sendiri ..padahal masalah dan kita kan beda

cobalah tengok para komentator sepakbola yang berisik itu , mereka bisa ngomong ngalor ngidul karena mereka mengambil jarak. ada di box dan bisa melihat seluruh lapangan permainan. mereka mengambil jarak. sedangkan para pemain yang sudah di tengah lapangan mereka harus berlari ngejar2 bola, dan nendang kesana kemari. so para pemain ini larut dalam masalah hehe

terus kenapa?

kenapa ya..(mikir dulu)

ya..kalo berjarak dengan masalah (diasosiasi) pastilah bisa lebih clear dan objektif dalam menyikapinya dan menghindari lebaying

 

gambar diambil dari sana

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s