DELL : latihan kuda kuda

ini adalah kasus kelompok mata kuliah marketing , saya dan @_chayyi . kami mempresentasikan chapter 12:  Designing and Managing Services dari text book Kotler and Keller  dan mengambil satu kasus yang berkaitan dengan chapter ituh untuk dibahas di depan kelas, case harus sudah dikirim seminggu sebelumnya ke masing masing couples hehehe. 

Gambar

kita milih kasus Dell. kenapa? kenapa? kenapa? karena itu yang ketemu pertama kali, as simple as that

Dell yang kita bahas ngga ada kaitannya dengan alesandro DELL piero ato onDELL onDELL, jadi begini ceritanya, 

Dell, perusahaan komputer yang didirikan oleh Michael Dell, lengkapnya Michael Saul Dell, waktu dia kuliah . dia mulai di apartemennya dengan modal $1000 , setelah 28 tahun nilainya sudah lebih dari $ 60 milliar . weleh weleh . 

apa yang membuat bisa kayak begitu? ya disamping karena memang dia di Right time untuk berbisnis komputer, dimana dunia pada butuh komputer waktu itu. ada satu hal yang membuat perusahaan ini beda. hal yang kemudian dibicarakan sampe sekarang, bahkan menjadi satu legenda dalam bahasan ilmu manajemen (lebai mode)

MASS CUSTOMIZATION

sulit untuk mencari padanan kata yang enak didengar sekaligus diucapkan dan ditulis, maka kita biarkan saja dia dengan istilah aslinya . ,jadi mass customization ini adalah proses kombinasi tingkat tinggi antara volume dan jenis barang yang dihasilkan. e.i Asep bisa milih mau komputer model apa, bisa pesen di internet, dan hasilnya akan dikirimkan ke rumah kita 9setelah bayar tentunya)  dan Dell bisa mengangani kostumer macam asep ini dalam jumblah (pake B) buanyaak. jadilah istilahnya mass customization, its legend

Gambar

Production of personalized or custom-tailored goods or services to meet consumers‘ diverse and changing needs at near massproduction prices. Enabled by technologies such as computerization, internetproduct modularization, and lean production, it portends the ultimate stage inmarket segmentation where every customer can have exactly what he or she wants.
 
singkat cerita Dell mengefektifkan penjualan dengan menghilangkan middle man , alias para makelar, Dell membuka jalur pembelian langsung mereka lewat ajian ampuh bernama internet. dan mengadakan produksi yang terintegrasi, sehingga produksi yang mereka hasilkan berkelas dan customized disaat yang sama sangat efisien.
yak dan Dell menjadi perusahaan komputer papan atas dunia…ceritanya hampir seperti roman picisan ya
 
tapi bukan bisnis kalo ndak ada kejutan
kejutan ini bahkan membuat michael dell turun gunung dan memimpin sendiri (lagi) DELL sebagai CEO. tahun 2005-2006 dilaporkan bahwa indeks angka kepuasan konsumen amerika  terjun hingga lima poin karena postingan jeff jarvis : DELL HELL..  berikut juga pasarnya Dell
 
Gambar
   
jeff jarvis adalah seorang blogger , sama seperti saya hehe.. yang protes karena dia membeli produk dell dan rusak, kemudian menghubingi customer servicenya (ini ngga sama seperti saya) , eh yang nerima orang india..jadi parah karena dia (CS) not fluent in english. rasa frustasi si pak jarviss dituangkan kedalam postingan Dell is Suck! (yang mana sekarang sudah dihapus)  . eh namanya juga blogger, dia punya kesaktian ajian viral marketing, rasa frustasi jarvis diamini oleh banyak orang , sehingga gelombang caci maki terhadap dell meningkat, mulai deh keliatan kalo dell kelimpungan di bidang customer service ini 
Gambar
 
tahun 2007 dell harus mengeluarkan lebih dari 150 juta USD khusus untuk memperbaiki sektor customer service, mulai deh mereka join twitter dan jadi anak gaul. bikin dell studio dan idea strom untuk menampung curhatan dari para pelanggan mereka
 
yakk sampai berita ini diturunkan sodara, angka protes buat dell sudah berkurang dari 49% jadi 22%. cukup bagus, tapi masih tinggi. harga yang cukup tinggi yang harus dibayar untuk menyelesaikan masalah halo halo
 
opini
kalo menurut saya ya, customer service itu walopun keliatannya kerjaannya gampang dan cuman ngomong2 doang, tapi peranannya sangat besar, Dell ibarat truk raksasa dan customer service ini ibarat salah satu bannya. mungkin kalo volume muatannya ndak terlalu besar masih oke lah, tapi kalo udah raksasa , dan kualitas bannya ngga dibenerin jadinya gini deh

Gambar

 

dari diskusi di kelas juga didapatkan tingginya protes terhadap dell, karena produknya berkualitas rendah, ternyata si dell meng outsourcekan produknya ke chona, alhasil bisa produksi massal, tapi kualitas terabaikan, dell harus memperkuat sisi quality controlnya

 
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s