Business Ethics: tentang workers strike februari kemaren

tahu kalo seisi kelas pada ngantuk nyelesein paper marketing buat nanti siang, ibu dewi , dosen business ethics kami mengeluarkan ajian andalannya,

tadinya kami berharap ajian yang dikeluarkan adalah ajian  jajanan dari kantin di bawah seperti tempo hari, tapi ternyata yang dikeluarkan adalah ajian andalan , class group assignment. case dibagikan , kelompok dibentuk dan

in next fifteen minuetes we will discuss

kali ini bahasan kasusnya adalah tentang buruh mogok besar besaran di kawasan industri di karawang dan sekitarnya, mereka mogok karena tuntutan mereka untuk menaikkan upah tidak dituruti perusahaan tempat mereka bekerja.

Gambar

padahal di lain sisi , perusahaan asing seperti, samsung, nikem honda sudah dapet untung yang sangat besar dari pabrik pabrik mereka di indonesia, dan Indonesia termasuk dalam negara yang punya upah tenaga kerja paling murah se asia, lebih murah dari india atau bahkan china

dampak dari labour strike ini  cukup serius, karena ini adalah aksi mogok terpanjang yang pernah dilakukan para buruh, kegiatan industri macet. trigger kejadian ini, yaitu ditolaknya gugatan buruh untuk menaikkan umr oleh pengadilan Bekasi bahkan dibatalkan sehari kemudian , setelah terjadi mediasi antara pemerintah jawa barat, pengusaha dan buruh.

pemerintah punya kepentingan berbeda, kalo mogok terus , investor akan melirik tempat investasi yang lebih aman .dan mereka pun khawatir.

diskusi ini menarik karena sebelumnya kita baru aja membahas masalah the rational structure dan the political organization. kalo yang pertama ada lapisan lapisan dan tata kelola yang jelas, jelas perannya, siapa bos, siapa pekerja.

political model melihat organisasi sebagai kompetisi atau koalisi kekuasaan, dan strukturnya pun tidak beraturan . siapa yang memiliki kekuatan, dai memiliki posisi tawar lebih baik

. dalam kasus ini, ofederasi buruh membuat buruh memilik posisi tawar lebih terhadap pengusaha dan pemerintah

menurut romzi, dengan pertimbangan finance tentunya, interest di Indonesia lebih tinggi daripada negara negara tentangga, thats why  pada mau pindah, dan buruh berada pada posisi tawar yang lemah.

tapi apa iya, itu jadi satu satunya pertimbangan dalam berinvestasi, toh nyatanya dengan rate yang tinggipun perusahaan asing itu masih bisa untung besar di Indonesia, dan menaikkan upah buruh yang tidak banyak , rasanya kok masih bisa ya

di ujung diskusi kita dapet insight kalo sebetulnya yang bikin perusahaan keberatan itu bukan kenaikan upah buruh yang ngga seberapa itu, tapi ini masalah kepastian . kepastian macem macem, kepastian keamanan usaha dan kepastian biaya yang harus dikeluarkan , perusahaan, karena prinsip akuntabilitas kan ndak mengenal uang uang yang muncul di tengah jalan.  perusahaannya galau gituh 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s