ini teh netpliks

siang ini ada diskusi seru di kelas marketing management, presenter minggu ini adalah mas eko dan bayu, dua senior di kelas hehe. bayu lebih dikenal sebagai IT Guy dikelas, sering dimintain tolong dari mulai sound mati sampe urusan urusan yang kompleks, urusan hati misalnya #eaa (yang terakhir pitnah sodara) . mas eko, the traveller and achiever. terakhir menang di kompetisi socialentepreneurship scoop nasional di UI dan “bolos” 2 minggu karena ikut pilot project bootcampnya newmont di nusa tenggara. another cool reason to skip the class

tema chapter ini adalah tentang marketing channl, dan mereka berdua memilih menggunakan kasus netflix, ato bahasa sundanya netpliks hehe

netflix adalah perusahaan rental dvd dari amerika. berdiri sejak tahun 1997 , netflix mulai menggeliat dan mendominasi pasar persewaan dvd di amerika , amerika tengah dan inggris (juga irleand) sejak 2001 sampe 2011.

jasa yang mereka tawarkan adalah dvd by mail, jadi sewa filem dvd, tapi dikirim via surat. (ga kebayang di indonesa ya?) tapi model bisnis begini jadi trend di amerika, buktinya penjualan netflix terus meningkat dan amplop merah berisi filem selalu ditunggu .

netflix menggunakan sistem inventory yang keren punya dimana inventory yang ada dikoding dan dipisahkan sedemikian rupa, yang pesen punya status tunggu atau sudah dikirim. dan tidak ada inventory yang menumpuk karena sistem ini. yang keren lagi ngga ada denda keterlambatan pengembalian. itu salah satu alasan juga  kenapa ngga buka di indonesia

karyawan disana begitu cekatan mbungkusin, bahkan sambil diwawancarapun mereka bisa sambil mbungkus dvd yang akan dikirim, untuk menjaga perrforma, setiap 65 menit sekali mereka berdiri terus senam kaya gini

kasus

kejadian ini bermula setelah keputusan tentang pemisahan usaha dvd by mail dan video streaming (yang digadang gadang bakal jadi bisnis masa depan netflix) . dan kenaikan harga dari 10 dollar jadi 16 dollar yang membuat banyak pelanggan cabut.

apa hal?

netflix menyadari bahwa tehnologi terus berkembang dan bisnis dvd mail akan berakhir di tahun tahun mendatang, jadi perlu disiapkan format bisnis baru agar tetap bisa survive sebagai perusahaan. akhirnya dipilih lan video streaming sebagai salah satu bisnis netflix di masa depan.

netflix sangat percaya diri dengan prediksi ini dan membuat langkah berani dengan membagi jasa perusahaan kpada dua perusahaan berbeda netflix menggeser bisnis dvd mail selama ini ditangani oleh qwikster dan brand netflix digunakan untuk  video streaming . dengan pemisahan ini berarti pelanggan harus direpotkan dengan dua set username/password berbeda dan harga yang lebih tinggi.

dampak yang ditimbulkan sangat farah sekali (farah queen kalii) sangat parah dalam sekejap, harga saham – sebagai ukuran value perusahaan- anjlok, . as we know value perusahaan adalah hal yang dijunjung tinggi, bahkan jadipriorits  nomer satu untuk diselamatkan. pelanggan juga pada kabur karena aksi sepihak yang mendadak ini. alhasil lebih dari 800.000 subscriber memilih ga melanjutkan menggunakan jasa netpliks ini

epilog: akhirnya qwikster ditutup dan layanan kembali disatukan kedalam netflix.com , tapi kembali ke netflix.com tidak bisa mengembalikan jumlah pelanggan yang berkurang hehe

menurut analisa tim pemakalah (halah), hal ini terjadi karena si netflix, ceroboh dalam mengubah marketing channelnya, netflix juga ndak ati ati dalam emlakukan kesalahan utamanya yaitu mengganti layanan dalam brand yang sama, pelanggan tahunya netflix ya dvd mail, eh dirubah jadi video streaming. jadi walopun canggih tapi ada prioritas utama, yaitu apakah according dengan need and wantsnya konsumen, bahsa agamanya konsumen ndak ridho

dan banyak lagi yang kita obrolin, biasanya kalo issue issue yang diangkat adalah seputar game dan filem, yang banyak komeng adalah para testosteron people. nampak sekali kalo kita movie freak

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s