membeli kebahagiaan

sesi terakhir kuliah business ethics di semester ini adalah presentasi Victor Llory dan Ibnu Mirza dengan lakon bocornya minyak BP di teluk meksiko, kelas dibagi empat dan dibuat roleplay, dan kami kebagian jadi villiannya | dem

tapi sesi pertama kita diskusi tentang Generousity 2.0 , tentang nipun mehta , seorang profesional di sillicon valley yang berubah jadi filantropis setalah pengalamannya dibantu orang miskins dalam perjalanannya di India. lalu dia menggalang dukungan dari temen temennya buat ngajarin IT dan menyebarkan pesan kebijaksanaan via internet. just give and never expect to get back. ternyata itu yang jadi kunci bahagianya

Gambar
http://mindmatter.me/michael-norton-how-to-buy-happiness/

gara gara diskusi pancingan ini aku jadi inget tentang filem pay it forward, buku why good things come to good people  dan ceramahnya michale norton di TEDtalks. dengan tema yang sama how to buy happiness. menariknya si norton ini sama sama mahasiswa MBA , bedanya dia di harvard hehe. dan mendasarkan speechnya pada data data penelitian

fyi ya, tedtalks itu adalah forum, dimana para ekspert atau yang merasa punya ide menarik dalam bidang dan issue tertentu untuk berbicara paling lama 20 menit. jadi se ekspert ekspertnya orang dia diminta untuk merangkum kepakarannya ituh dalam ceramah 3- 20 menit. pastilah yang diomongin yang super penting aja

norton mulai persentasinya tentang gimana membeli kebahagiaan, dia bilang kalo anda punya duit tapi ngga bikin bahagia berarti ada kesalahan tentang gimana cara ngabisin duit tersebut. serius. terus dia nampilin hasil penelitian eksperimen kalo ada pengaruh orang yang orientasi menghabiskan uang  dengan   tingkat kebahagiaan seseorang.

di penelitian itu, subjek penelitian dikasih duit dengan jumlah sama di dalam amplop tertutup, bersama duit di dalem amplop ada kertas yang isinya pesen sponsor hehe, maksudnya instrusksi penelitian. setelah sebelumnya diukur tingkat kebahagiaannya orang yang ngabisin itu duit untuk orang lain mengalami peningkatan kebahagiaan dibandingkan sebelumnya, sedangkan yang ngebisin buat diri sendiri ? nope. ga ngefek ke kebahagiaannya.

penelitian ini kemudian diulang di berbagai bidang, di olahraga, penjualan, keluarga dan pendidikan..hasilnya sama tindakan prososial mempengaruhi kebahagiaan seseorang.  

Iklan

Satu pemikiran pada “membeli kebahagiaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s