Kalau Mau, Bisa

hari ini saya dapet kabar yang menggembirakan dan menyedihkan , what a balance life.

yang bikin sedih adalah meninggalnya ustadz dalhari nuryanto, ustadz yang ngajarin saya ngaji dengan metode yang simpel sehingga bacaan quran saya ngga terseret seret lagi. menurut pengamatan bapak bapak yang lebih sepuh, generasi muda yang belajar qurannya via iqro punya kecenderungan untuk baca quran dengan terseret seret (ambigu yak?) dibandingkan dengan metode ba bi bu bab , metode klasik baca quran jaman dulu.

ustadz dalhari ngajarin kami baca quran dengan metode ketukan, sehingga bacaan kami lebih lancar dan panjang pendeknya benar. almarhum disholatin ribuan orang santrinya di PPMI Assalaam solo sebelum dimakamkan di makam muslim pabelan. bahkan kakak kelas angkatan 86 pun pada datang untuk menyolatkan.  semoga amal sholeh  beliau diterima oleh Allah SWT , dan ilmu sebagai amal jariahnya dapat memudahkan beliau di yaumil hisab kelak. selamat jalan ustadz

 ———————————————————-

yang bikin bahagia, temen temen seangkatan di MM UGM mulai lulus, yang saya denger sidang hari ini , Risa, Syam Widia, Rona, mas Azka dan mas Eko Widodo. bahkan Dia lulus tanpa revisi . Wow . kelulusan mereka membahagiakan dan sekaligus intimidating, karena ide thesis juga masih ngendon di kepala dan belum ditulis, dan semester depan masih ada 3 kuliah yang mesti diambil. well it should not be problem. sahabat saya syam widia bisa lulus cepet  sambil kerja, masih ikut badminton, dan mencampuri segala makanannya dengan kecap * ups.

congratulation guys

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s