Meluruskan Sejarah, mungkinkah?

 

bangsa kita punya bejibun masalah , yang artinya kita juga dituntut untuk punya bejibun solusi untuk menyelesaikannya. salah satu yang paling ampuh adalah simplifikasi membuat segalanya lebih sederhana. semacam expecto patronumlah. pola pikir simplifikasi membuat kita bisa melihat masalah yang terjuntai rumit menjadi simple. pembagian Balsem salah satu contohnya, dan viral marketing “piye enak jamanku to le?” salah dua nya. kalo diterusin postingan ini penuh dengan contoh hehe. itu semua karena kita ingin mengetahui apa yang kita INGIN ketahui, bukan yang seBENARnya terjadi. simple. simplifikasi lagi hehe

piye kabare

Indonesia dan Belanda punya hubungan yang panjang sejak VOC menemukan rempah rempah yang berkembang menjadi pemerintahan hindia belanda kemudian muncul perasaan untuk menentukan nasib sendiri dan merdeka, voila….jadilah Indonesia. saat ini -sependek yang saya tahu- ada 4 Museum yang menyimpan koleksi Indonesia di Belanda dalam jumlah besar. 2 diantarnaya sudah bangkrut. museum Nusantara di Delft, dan Museum maluku di Utrecht.

DSC_0673  DSC_0755  DSC_0196

tinggal tersisa dua yang paling besar diRijskMuseum (Museum negara) di Amsterdam dan Museum suku bangsa Leiden. ada arca asli dari singosari, dan berbagai peninggalan nusantara yang berharga disana, tapi mereka tidak mau mengembalikannya ke Indonesia, saat saya tanya petugasnya yang paling berat hambatan untuk mengembalikannya adalah mereka sudah terlalu lama untuk merawat koleksi Indonesia ini, bahkan museum ini nyaris bangkrut sbelum ada donatur pribadi terakhir yang menyelamatkan keuangan mereka. jika koleksi ini dikembalikan ke Indonesia, mereka tidak yakin koleksi ini akan mendapatkan perhatian yang sama seperti yang mereka lakukan di Leiden. percobaan mengembalikan arca yang terbuat dari emas untuk menormalisasi hubungan Indonesia-Belanda 40 tahun yang lalu menjadi bukti, arca emas itu hilang tidak ada yang bertanggung jawab 2 tahun setelah dikembalikan.

Tyas, istri saya punya tante di Belanda, tante evi namanya beliau menikah dengan oom arnold van doorn, orang belanda yang ketemu saat oom arnold exchange ke Unpad . cinta bersemi dan menikahlah mereka. etapi tahukah kalo oom arnold yang keturunan tionghoa ini orangtuanya orang Indonesia?

alkisah waktu jaman pendudukan hindia belanda ayah om arnold baru saja menyelesaikan bachelornya dan mulai bekerja di kantor pemerintahan hindia belanda. then Indonesia merdeka dan semua yang berijazah / berpaspor belanda harus kembali ke negara asalnya. padahal beliau lahir dan besar di bandung. karena waktu dan tempat yang “salah” beliau harus pulang ke tanah air barunya, meninggalkan kenangan di tanah airnya. indonesia. sampai saat ini oom arnold gandrung sekali sama segala bentuk musik keroncong, lebih dari siapapun yang saya kenal sejauh ini. itu karena masa kecilnya diwarnai dengan musik keroncong yang disetel di radio/pemutar musik ibunya di dapur, diputar saat ibu oom arnold rindu Indonesia, dan keroncong itu diputar setiap hari.

keluarga van doorn   keluarga van doorn lg

sejarah tidak linier ia berputar, berpadu dengan segala kemungkinan , lebih dari apa ayang bisa kita bayangkan. Saya yakinkan anda para pembaca , bahwa pilinan sejarah kita ini luar biasa complicatednya, jangan sekali kali mencoba meluruskannya, melainkan belajarlah darinya. karena sejarah mengajarkan banyak hal, sejarah yang membentuk kita saat ini

 

mencercau malammalam

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s