FPI dan Kaum Barbar

apa yang anda pikirkan kalo mendengar bangsa barbar? kejam, suka membunuh, tidak berperadaban? sama saya pun juga berpikir demikian,

 at least karena nonton main dan nonton conan the barbarian, dan baca berbagai novel eropa macam robinhood, man in teh iron mask, atau three musketeers waktu SD. tapi alangkah terkejutnya saat sampe spanyol dan italia, bahwa bangsa ini yang mengajari eropa punya peradaban, lewat pemerintahan islam di andalusia dan sisilia italia. (sila cek di google mengenai andalusia ya)
sst bahkan harvard di inggrispun didirikan karena pengaruh pendidikan mereka yang mencapai ketinggian ilmu yang luar biasa di Toledo , 30 menit dari madrid . saat Toledo sudah membuat inovasi berbagai ilmu pengetahuan, di Inggris hanya pemuka agama yang dibolehkan untuk bisa baca.
setelah beratus tahun dark ages, tiba tiba masa renesains, bersamaan dengan jatuhnya andalusia di spanyol, darimana renesains? tentu tidak muncul sendirinya. apalagi juika anda mengamati struktur bangunan menara pisa yang "mesjid" banget blueprintnya. ups ngelantur
what i wanna say is "lucu ya , seperti mereka punya kepribadian bipolar, satu sangat merusak satu sangat beradab."
dan P.S: mereka tidak berkulit hitam, tapi berambut blonde dan bermata biru
mungkinkah media kemudian memfasilitasi apa yang INGIN kita dengar , lihat dan rasakan, bukan yang sebenarnya??
terus sampai di FPI yang punya karakter yang sama satu sisi image sebagai perusak yang tidak terbantahkan, setidaknya di media mainstream, satu lagi , mereka adalah PAHLAWAN yang menghajar telak Keppres No.3/1997 tentang minuman keras. sehingga memungkinkan pembahasan RUU Miras di level lebih lanjut, belum lagi level responsivitas mereka sebagai salah satu posko bantuan di kala banjir atau bencana di berbagai daerah . mungkinkah organisasi yang sangat destruktif di satu sisi punya sisi humanis yang meluap luap
saya pun sampai pada simpulan sementara bahwa yang kita lihat tentang FPI ini , tidak lah seobjektif yang kita kira, mungkin kita perlu mengambil jarak dari media membersihkan kacamata , shalat dua rakaat dan mulai jernih mengamati

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s