Arsip Tag: kak fika

fika’s touch

sms record

windy: kak, sepeda kakak apain? kok jadi enak begini..hehe #makasih makasih. wish u still alright with ur thesis

fika: kubenerin.banyak rusaknya. gk suka aku. iya..makasih

windy: hihi sudah kuduga 🙂

sms fika begitu sampe lokasi malam jumatan buat farewell with sepedaan. ya sepedaan kawan. entah diapain sama kak fika tapi sepeda polygon jadul ini jadi sperti baru. bannya keras, genjotannya lancar. dan intinya #menyenangkan

bukan hanya sepeda ini saja yang jadi korban sentuhan kak fika, motor shogun 125 dan rak di kamar juga pernah …dan eng ing eng voila beres . mungkin kalo  bisa ngomong motor shogun 125 akan sedih kalo dikembaliin ke rumah (bakalan jarang mandi dan jarang treatment lagi hehe). that is fika’s touch

seperti yang anda tau sepupu saya yang bermesin feeling ekstrovert ini punya begitu banyak cinta untuk dibagikan ke orang orang, bahkan motor, sepeda dan rak buku di kamar saya juga kebagian hehe. cinta emang chemistry alami orang bermesin feeling. bakat alami sekaligus kekuatan luar biasanya adalah interaksi dengan orang langsung maupun indirect, kadang kadang aku ngerasa salah jurusan ngeliyat betapa mudahnya orang orang langsung tunduk terbuka dan heal up begitu “konseling” sama sepupu saya ini. tanpa prosedur tanpa “syariat” psikoterapi yang umum berlaku.  itu baru namanya bakat.

so dengan itu juga dia berusaha menyelesaikan kuliahnya pascasarjana jurusan demokrasi dan HAM. targetnya adalah lulus dengan cepat- ke london untuk belajar dan memperluas jaringan- (mungkin) kembali ke endonesa memimpin NGO internasional #prediksi. kalo mesin feelingnya dipake dengan maksimal,  dari negeri ini akan muncul tokoh LSM wanita berkaliber internasional yang berkharisma next 5-10 years

walopun somehow kita sering silang pendapat, ngambek dan beda pola pikir yang *kayaknya* prinsipil dan even mungkin kita jarang lagi ketemu . i just know we are connected each other. so i really wish the best for her.

A Blessing career, love, and family

kucing kak fika dan gitar ayahku

kenapa mau pulang kak?

“kucingku demam bang”

potongan dialog antara aku dengan kak fika, sebelom dia ke pare buat les inggris. cobaan berat buat para perantau adalah kehilangan hal hal yang dicintainya, buat kak fika itu adalah kucing kucingnya, selain ibu dan adiknya tentu 🙂 Lanjutkan membaca kucing kak fika dan gitar ayahku