Arsip Tag: mesin kecerdasan

be expert in your way

di awal minggu ini tiba tiba ada email dari pak nanang  dengan subjek mohon partisipasi.  isinya bahwa jumat ini akan ada riset  validitas dari tes STIFIn di solo.  dan tim jogja diminta berpartisipasi di dalamnya..

riset mengenai validitas STIFIn adalah sebuah pekerjaan besar dan sebuah milestone penting dalam perkemabangan bisnis tes mesin kecerdasan ini. karena kalo hasil tes ini signifikan maka peluang untuk dibawa ke jurnal internasional menjadi lebih besar . dan dengan begitu STIFIn jadi punya dasar akademik yang kuat untuk berpromosi di berbagai media

mengenai STIFIn  akan dibahas di postingan selanjutnya ya (nambah utang mode:on)

Iklan

katabelece

katabelece adalah isitilah untuk surat sakti yang populer pada jaman ordebaru. dengan surat ini bisa nembus mana mana atau memblok apa apa yang perlu dihentikan . seketika.  ini adalah katebelece a la kami, keluarga di jatimulyo baru A/9

di antara seisi rumah, caraberpikir  yang paling “sulit” ditebak adalah cara berpikir ibuku. entah berapa kali kami sekeluarga bikin rencana yang kemudian di veto dengan kalimat sakti “ngga jadi”awalnya perasaan serasa mix antara kesel dan geram , tapi belakangan aku baru sadar ternyata ada alasan di balik hak veto tak beralasan a la ibuku. dan hebatnya sebagian besar ketidakhabispikiran kami berakhir dengan gumaman  “bener juga ya” (walopun sering ga terucap karena gengsi hehe)

terakhir aku sama ifan mau ganti kasur dengan spring bed, di kamar ibuku juga..anggaran sudah disiapkan. kami milih duluan, dan menyesuaikan waktu ibuku untuk melihat2 pilihan  kasur di toko. 300 meter sebelum toko, ibuku bilang

i: ” ah nanti aja bang, biar kamar ibu di cat dulu”

w: “glodaks!” (lebay.com) bener ni bu, ngga mau liat liat dulu?nanti ngiri lho sama kasur kita..

i: ngga

Hasilnya : ternyata kami berdua salah ngukur kasur . perkiraan bisa masuklah ukuran 160 cm, ternyata ukuran kasur kami hanya 120 cm. kaasur harus di retur lagi dan menunggu barang dengan ukuran segitu 2 minggu lagi. tidak ada perbedaan signifikan antara datangnya kasur kami berdua yang dipesan 2 minggu yang lalu dengan datengnya springbed ibuku yang dipesan just now

someday, bapak ditawari asuransi syariah t****ul, dan goal, berkat mulut manis dan persuasi yang datang tanpa henti. akhirnya kami bertiga disuruh ikut juga..saking seringnya didatengin ibu agen ini kita sampe bosen, dan hampir ga jadi, berhubung dana sudah siap akhirnya kami berdua ikut join. lain dengan ibu saya prosesnya sama ..sampe si ibu agen ini nekat nemuin ibu di kantor..tau sendiri gimana berdedikasinya ibu saya sama kerjaannya. keluarlah hak veto. ngga jadi!…with no reason

belakangan baru kita sadar ternyata produk asuransi yang ditawarkan itu ga terlalu oke dan fit untuk portofolio investasi kami. dan hari hari mendatang kami akan disibukkan untuk membatalkan asuransi dan melayani rasyuan maut ibu agen itu lagi. lagi lagi ibu saya benar

dan banyak lagi yang lain. hari ini ketika bapak saya mulai ngeluh tentang abstraknya cara pikir ibu saya. minimal ada dua hal yang bisa menjelaskan , ibu saya bermesin intuiting yang sebenernya bakat alaminya adalah kreativitasya. dengan kata lain lagi akan sangat susah utnuk memaksa beliau dengan ide yang step by step ala saya dan bapak (yang mesinnya sensing)ketika ada “wangsit”  yang datang.  kedua, mengakui bahwa keputusan hari ini seringkali visioner dan melintasi jaman , baru  bisa dipahami setelah sekian waktu. dan wiseword yang berlaku

“yen ora ngono ora ngene” (kalo ngga gitu ngga bakalan bisa seperti sekarang